Kalau Anda bertanya ke saya, “Pak Adityo, dari Avanza, Veloz, dan Raize, mana yang paling tahan harga kalau nanti dijual lagi?”, jawaban jujur saya adalah: tergantung cara Anda mengukurnya. Ada yang paling kecil susutnya per tahun, ada yang paling gampang laku saat dijual, dan keduanya belum tentu mobil yang sama. Artikel ini saya tulis untuk memisahkan dua hal itu dengan angka, bukan dengan perasaan.

Saya Adityo, konsultan Toyota di Bekasi. Saya sering melihat pola yang sama: orang fokus ke cicilan bulanan, lalu kaget saat tiga tahun kemudian mau tukar tambah dan harga mobilnya ternyata sudah turun jauh. Depresiasi itu biaya kepemilikan yang tidak muncul di brosur, tapi nyata keluar dari kantong Anda saat jual.

Cara saya menghitung depresiasi di artikel ini

Supaya tidak ngarang, saya pakai cara yang bisa Anda cek sendiri. Pertama, saya ambil harga OTR terbaru dari halaman model di situs ini, konsultan Toyota Bekasi tempat saya menulis. Kedua, saya ambil harga bekas per tahun produksi dari pantauan pasar yang terpublikasi: Setir Kanan untuk Avanza 1.5 G, Carsome lewat Autofun untuk Veloz Q CVT, dan Otos.id untuk Raize. Ketiga, saya hitung selisih harga antar tahun produksi. Selisih itu saya sebut “biaya satu tahun lebih tua”: berapa rupiah yang hilang hanya karena mobilnya setahun lebih tua, dengan asumsi kondisi dan kilometernya sebanding.

Catatan jujur yang wajib Anda pegang: harga bekas itu rentang, bukan angka pasti. Kilometer, riwayat servis, warna, dan kondisi bodi bisa menggeser harga belasan juta. Angka di sini saya pakai nilai tengah rentang, supaya perbandingannya adil.

Harga baru hari ini: titik awal perbandingan

Berikut OTR Bekasi yang saya verifikasi dari halaman model situs ini pada 5 November 2026. OTR bisa berubah mengikuti pricelist, jadi konfirmasi angka terbaru via WhatsApp sebelum Anda memutuskan.

Model dan varian OTR Bekasi
Avanza 1.3 E M/T (termurah) Rp 243.700.000
Avanza 1.5 G CVT (tertinggi) Rp 281.600.000
Veloz 1.5 V HEV (termurah) Rp 303.000.000
Veloz 1.5 Q HEV (tengah) Rp 325.000.000
Veloz 1.5 Q HEV Modelista TSS Two Tone (tertinggi) Rp 389.000.000
Raize 1.2 G M/T (termurah) Rp 243.500.000
Raize 1.0T G CVT (tengah) Rp 277.800.000
Raize 1.0T GR-S CVT TSS Two Tone (tertinggi) Rp 317.100.000

Satu hal penting soal Veloz: halaman model situs ini sekarang hanya mencantumkan Veloz hybrid (HEV). Artinya, Veloz bensin bekas yang harganya saya pakai di bawah ini adalah generasi sebelumnya, bukan varian yang sama persis dengan Veloz baru hari ini. Perbandingan Veloz di artikel ini tetap berguna, tapi tidak bisa dibaca sebagai apel lawan apel murni. Saya tandai ini supaya Anda tidak salah ambil kesimpulan.

Harga bekas per tahun produksi: datanya

Ini data mentahnya, lengkap dengan sumbernya, sebelum saya olah jadi hitungan depresiasi.

Mobil Tahun produksi dan harga bekas (nilai tengah) Sumber
Avanza 1.5 G 2023: Rp 225 juta; 2022: Rp 210 juta; 2021: Rp 185 juta; 2020: Rp 172,5 juta; 2019: Rp 157,5 juta Setir Kanan (rentang 2023 Rp 210-240 juta, 2022 Rp 190-230 juta, 2021 Rp 170-200 juta, 2020 Rp 160-185 juta, 2019 Rp 145-170 juta)
Veloz Q CVT 2023: Rp 235 juta (48.028 km); 2022: Rp 219 juta (82.124 km) Carsome lewat Autofun (harga cash per unit contoh)
Raize (rentang umum) 2023: Rp 185 juta; 2022: Rp 175 juta; 2021: Rp 165 juta Otos.id (rentang 2023 Rp 170-200 juta, 2022 Rp 160-190 juta, 2021 Rp 150-180 juta)

Depresiasi per tahun: hasil hitungannya

Mobil Susut per satu tahun lebih tua Rata-rata per tahun
Avanza 1.5 G 2023 ke 2022: Rp 15 juta (6,7 persen); 2022 ke 2021: Rp 25 juta (11,9 persen); 2021 ke 2020: Rp 12,5 juta (6,8 persen); 2020 ke 2019: Rp 15 juta (8,7 persen) Rp 16,9 juta per tahun
Veloz Q CVT 2023 ke 2022: Rp 16 juta (6,8 persen) Rp 16 juta per tahun (satu langkah, dari contoh Carsome)
Raize 2023 ke 2022: Rp 10 juta (5,4 persen); 2022 ke 2021: Rp 10 juta (5,7 persen) Rp 10 juta per tahun

Dari hitungan ini, Raize adalah yang paling kecil susutnya, baik dalam rupiah maupun persen: sekitar Rp 10 juta per tahun, atau sekitar 5 sampai 6 persen. Avanza dan Veloz berada di kisaran yang mirip, sekitar Rp 16 sampai 17 juta per tahun, atau sekitar 7 sampai 9 persen pada tahun-tahun yang saya hitung. Selisih Avanza dan Raize sekitar Rp 6,9 juta per tahun. Kalau Anda memegang mobil selama 5 tahun, selisih kasar itu sekitar Rp 34,5 juta, dengan catatan ini ekstrapolasi dari langkah antar tahun produksi, bukan ramalan harga.

Tapi saya harus jujur soal satu kelemahan data Veloz di sini: hanya ada satu langkah yang benar-benar sebanding dari contoh Carsome, dan kilometer kedua unit itu berbeda jauh (48 ribu lawan 82 ribu km). Kilometer yang lebih tinggi pada unit 2022 ikut menekan harganya, jadi susut Rp 16 juta itu bukan murni efek umur. Data pembanding dari Samsat.id Jakarta memberi gambaran yang sejalan, tapi variannya tidak identik. Intinya, posisi Veloz ada di tengah.

Nilai sisa dibanding harga baru: jangan dibaca mentah-mentah

Perbandingan Harga bekas OTR baru varian sepadan Nilai sisa
Avanza 1.5 G 2023 lawan G CVT baru Rp 225 juta Rp 281,6 juta 79,9 persen (susut Rp 56,6 juta)
Veloz Q CVT 2023 lawan Q HEV baru Rp 235 juta Rp 325 juta 72,3 persen (susut Rp 90 juta)
Raize 1.0T G CVT 2023 lawan G CVT baru Rp 210 juta (contoh Setir Kanan Bogor) Rp 277,8 juta 75,6 persen (susut Rp 67,8 juta)

Tabel ini sengaja saya beri peringatan. OTR baru naik dari tahun ke tahun, jadi membandingkan harga bekas 2023 dengan OTR 2026 membesar-besarkan susutnya. Veloz paling terlihat merugikan di tabel ini, padahal penyebabnya sebagian besar adalah Veloz baru kini hybrid dan harganya memang naik kelas, bukan karena Veloz bekasnya jatuh bebas. Kalau Anda hanya membaca kolom nilai sisa, Anda akan salah menilai Veloz. Cara yang lebih jujur tetap tabel selisih antar tahun produksi di atas.

Menurut saya: mana yang paling tahan harga?

Kalau ukurannya murni susut per tahun, jawaban saya: Raize. Susut sekitar Rp 10 juta per tahun adalah yang terkecil dari ketiganya, dan persentasenya juga paling rendah. Raize juga punya keunggulan karakter: compact SUV yang pasar anak mudanya besar, pajaknya relatif ringan untuk SUV, dan ukurannya paling gampang dipakai harian di jalan Bekasi yang padat.

Tapi kalau ukurannya adalah “gampang dijual cepat dengan harga wajar”, jawaban saya berubah: Avanza. Pasar Avanza bekas itu paling dalam. Dari data Setir Kanan saja, Avanza 1.5 G tersedia di semua tahun produksi dari 2017 sampai 2023 dengan rentang harga yang rapat, dan Moladin mencatat Avanza bekas Oktober 2026 masih bergerak dari Rp 48 juta untuk unit tua sampai Rp 300 juta untuk Veloz generasi baru. Pembeli Avanza selalu ada, di semua budget.

Veloz ada di posisi tengah yang menarik. Menurut saya, Veloz adalah pilihan paling masuk akal kalau Anda memang butuh 7-seater tapi mau naik kelas dari Avanza, dan Anda berencana memakainya lama. Susut per tahunnya mirip Avanza, tapi Anda dapat kabin yang lebih mewah dan fitur yang lebih lengkap. Risiko yang harus Anda sadari: karena Veloz baru kini hybrid, pasar Veloz bensin bekas bisa bergerak sendiri, terpisah dari harga Veloz baru. Itu bukan kabar buruk, tapi ketidakpastian yang wajib Anda tahu sebelum beli.

Opini jujur saya untuk pembeli di Bekasi: kalau Anda tipe yang ganti mobil tiap 3 sampai 4 tahun, pilih Raize atau Avanza, dan rawat riwayat servisnya seperti merawat nilai jualnya. Kalau Anda tipe yang pakai mobil sampai 7 tahun lebih, depresiasi per tahun jadi kurang penting, karena semua mobil pada akhirnya menyusut ke titik yang sama, dan yang lebih penting justru biaya servis dan BBM selama Anda pakai. Untuk gambaran biaya total itu, Anda bisa membaca hitungan saya di artikel biaya total punya Avanza, biaya total punya Veloz 5 tahun, dan Raize turbo lawan bensin biaya 5 tahun.

Tiga hal yang bikin depresiasi Anda lebih parah dari angka di atas

Pertama, riwayat servis yang bolong. Pembeli bekas di Bekasi sekarang semakin cerewet soal buku servis. Mobil tanpa riwayat bengkel resmi yang jelas biasanya ditawar jauh di bawah nilai tengah, berapa pun bagusnya kondisi luarnya. Kedua, kilometer yang jauh di atas rata-rata. Patokan kasar pasar adalah sekitar 15 ribu sampai 20 ribu km per tahun. Mobil 2022 dengan 82 ribu km seperti contoh Veloz di atas tentu dihargai lebih rendah daripada unit seumur yang kilometernya 40 ribuan. Ketiga, bekas tabrakan besar atau bekas banjir yang ketahuan saat inspeksi. Dua hal ini bisa memangkas harga puluhan juta sekaligus, dan tidak ada trik poles yang bisa menutupinya dari pembeli yang teliti.

Sebaliknya, tiga hal yang menjaga harga: servis rutin tercatat, kilometer wajar dan jujur, serta kondisi interior dan kaki-kaki yang terawat. Pembeli membaca perawatan dari detail kecil.

Beli baru atau beli bekas, dilihat dari sisi depresiasi?

Ini tradeoff yang harus saya sampaikan apa adanya. Beli baru berarti Anda menanggung susut terbesar di tahun-tahun awal. Dari tabel nilai sisa, Avanza 1.5 G 2023 masih menyimpan 79,9 persen dari OTR G CVT baru, jadi susut kasar dari baru ke umur sekitar 3 tahun adalah Rp 56,6 juta. Sebagai gantinya, Anda dapat garansi, kondisi nol kilometer, dan pilihan warna serta varian persis yang Anda mau. Beli bekas berarti orang lain sudah menanggung susut awal itu, dan Anda membeli di kurva yang sudah melandai. Sebagai gantinya, Anda menanggung risiko kondisi dan sisa umur pakai yang lebih pendek.

Tidak ada jawaban yang benar untuk semua orang. Kalau dana Anda pas-pasan dan Anda tidak keberatan memeriksa unit bekas dengan teliti, bekas 2 sampai 3 tahun dari tiga model ini adalah titik manis: susut terbesar sudah lewat, kondisi umumnya masih segar. Kalau Anda mau tenang dan berencana pakai lama, beli baru tetap masuk akal, asal Anda sadar susut awal itu adalah harga dari ketenangan tersebut. Untuk simulasi cicilannya, Anda bisa mencoba halaman simulasi kredit di situs ini, lalu diskusikan angkanya dengan saya.

Pertanyaan yang sering ditanyakan

Apakah Raize benar-benar paling tahan harga, atau cuma karena harganya paling murah?
Dari data di artikel ini, Raize menang di dua ukuran sekaligus: rupiah per tahun (Rp 10 juta) dan persen per tahun (sekitar 5 sampai 6 persen). Jadi bukan cuma efek harga murah.

Kenapa Avanza 2022 ke 2021 susutnya paling besar, Rp 25 juta?
Karena lompatan itu melewati pergantian generasi dan perubahan pasar. Avanza 2022 sudah generasi baru berpenggerak roda depan, sementara unit yang lebih tua masih generasi lama. Selain itu, rentang harga bekas selalu dipengaruhi stok dan kondisi unit yang terpantau saat itu. Satu langkah yang besar bukan berarti Avanza buruk, justru rata-rata 4 langkahnya tetap sekitar Rp 16,9 juta per tahun.

Apakah Veloz hybrid baru akan menjatuhkan harga Veloz bensin bekas?
Belum tentu, dan saya tidak mau menebak. Yang pasti, Veloz bensin bekas sekarang punya pasarnya sendiri, terpisah dari Veloz hybrid baru. Kalau pembeli bekas mencari 7-seater bensin yang fiturnya lengkap, Veloz bensin tetap dicari. Kalau pasar bergeser kuat ke hybrid, tekanannya baru terasa. Pantau saja harga bekas Veloz 2022 dan 2023 selama beberapa bulan ke depan sebelum Anda memutuskan jual.

Model mana yang paling cepat laku kalau saya jual mendadak?
Menurut pengalaman saya di Bekasi, Avanza. Pembelinya paling banyak, dari keluarga sampai pelaku usaha. Raize laku juga, tapi pembelinya lebih spesifik: anak muda dan keluarga kecil. Veloz laku di segmen keluarga yang mau naik kelas, tapi pasarnya lebih sempit daripada Avanza.

Kesimpulannya begini. Raize paling hemat susut per tahun, Avanza paling gampang dijual, Veloz paling seimbang untuk keluarga yang mau naik kelas. Jangan beli hanya karena angka depresiasi, tapi jangan juga mengabaikannya.

Mau hitungan pasti sesuai rencana pakai dan budget tukar tambah Anda? Chat saya, saya hitungkan gratis. Ceritakan saja model incaran Anda, rencana pakai berapa tahun, dan mobil lama Anda kalau ada, nanti saya hitungkan susut dan cicilannya satu per satu. Kalau Anda mau membandingkan dengan info promo bulan ini, info promo bulan ini bisa dicek di sini. Dan kalau Anda masih menimbang dari sisi cicilan, baca juga panduan saya soal gaji 5 juta Agya lawan Calya dan gaji 10 juta Avanza lawan Veloz sebagai pembanding cara menghitung cicilan sehat. Saya Adityo dari dealer Toyota Bekasi, dan tugas saya adalah membuat Anda membeli dengan angka yang jelas, bukan dengan janji yang manis.